Ku selongkar seluruh sudut yang mati
Ku jumpa garisan yang tiada henti
Ku temui satu titik konklusi
Ucapannya sekali lagi menjentik
Bicaranya tulus mempersembah yang terdetik
Intipati bahasanya
Jauh terbenam ke lubuk yang dalam
Kesan yang mungkin tak akan terpadam
Monolog yang biasanya laju dituturkan
Kini terpendam tak bisa dilepaskan
Dia penyebab segala ini terjadi
Namun hakikat, Dia yang mengingini
Terimalah duhai hati
Gagah selagi wujud denyutan nadi
No comments:
Post a Comment